Apa Itu Yang Disebut Dengan Kejujuran... ?
Ketika kita mampu memenuhi kebutuhan orang lain tanpa menutupi kebutuhan diri sendiri, itulah arti kejujuran yang sebenarnya. Tanpa disadari atau tidak, sering kali kita keliru mengartikan apa arti dari jujur yang sebenarnya, karena kita belum tahu arti sebenarnya. Kejujuran dibagi jadi 3 bagian yang mana mencerminkan sifat kita sesungguhnya.
1. Kejujuran yang pertama adalah ketika kita jujur pada diri sendiri. Kita mengerti betul apa yang diinginkan oleh diri kita dan berusaha mengungkapkannya kepada orang lain. Berbagai cara disampaikan sehingga terjadilah sebuah sifat yang kita kenal dengan nama “egois”. Sifat ini lahir karena kita berusaha jujur kepada orang lain apa yang kita inginkan, apa yang kita butuhkan tanpa berpikir tentang kepentingan orang lain. Ia merasa telah jujur, tetapi jujurnya adalah jujur untuk memenuhi kebutuhan sendiri.
Kategori ini lebih mengarah pada apa yang diinginkan, apa yang dibutuhkan oleh diri sendiri tanpa berpikir bahwa orang lain pun mempunyai hak atas keinginannya sendiri. Jika kita pernah melihat orang seperti ini: mau menang sendiri, keras kepala, ketika berdebat maunya dia yang dominan, ketika memimpin terlihat diktator, banyak berbicara tentang diri sendiri dibandingkan mendengarkan orang lain, susah diajak bekerja sama dsb, itu tandanya ia sedang berada pada kejujuran tetapi pada kategori pertama, kejujuran pada diri sendiri.
Orang-orang yang berada pada kategori ini cenderung berbicara apa adanya, terbuka, tidak perlu basa basi, langsung pada pokok masalah. Sifat yang ditunjukkan lebih mengarah pada sifat negatif, dimana gaya bicara, intonasi dan mimik mengarah pada emosi yang berlebihan. Penggunaan kata “SAYA” dalam percakapan akan lebih banyak dilontarkan daripada kata anda, atau kalian dsb. Jika teman-teman berada pada keadaan seperti ini, berarti teman-teman masuk kedalam zona nafsu, dimana lebih mengutamakan kepentingan diri sendiri tanpa berpikir kepentingan orang lain.
2. Kejujuran yang kedua adalah ketika kita benar-benar mengerti betul orang lain, mengerti apa yang dibutuhkan orang lain tetapi sering kali enggan mengungkapkan apa yang dibutuhkan oleh diri sendiri. Kategori yang kedua ini merupakan kategori bagi orang-orang yang memiliki sifat simpati, belas kasihan, dan kepedulian yang tinggi terhadap orang lain. Dari segi kemanusiaan memang ia orang yang memberikan banyak manfaat kepada orang lain tetapi beberapa dari mereka lupa bahwa kebutuhan diri sendiri pun harus dipenuhi. Contohnya adalah ketika seorang wanita berusaha keras membantu orang-orang di lingkungan sekitar dan hampir kesehariannya disibukkan dengan aktivitas membantu orang lain. Padahal usia wanita tersebut menginjak usia 35 tahun dan ternyata belum menikah. Ia merasa tidak perlu memikiran diri sendiri hanya untuk kesenangan sendiri, waktunya untuk membantu orang lain.
Kejujuran kategori ini terlihat tidak berbahaya tetapi jika sudah pada waktu yang lama maka secara tidak langsung menyiksa diri sendiri. Ia tidak mau mengungkapkan apa yang dibutuhkan oleh diri sendiri, seperti: butuh privasi, butuh istirahat, butuh liburan, butuh kekasih dsb. Orang-orang kategori ini cenderung enggan untuk membahas masa lalu dia dan enggan untuk berbicara tentang dirinya sendiri, mereka lebih mau berbicara tentang orang lain, kebutuhan orang lain. Kebanyakan dari mereka lebih suka mendengarkan curhatan orang lain daripada dirinya bercerita karena beranggapan orang lain lebih penting didahulukan.
Orang-orang pada tipe ini merasa bersalah jika kepentingan dirinya hanya akan membuat orang lain terluka. Ia enggan untuk berterus-terang jika dirinya tidak menerima sesuatu karena melihat orang lain senang. Ia tidak mau merusak kesanangan orang lain walaupun dirinya butuh dimengerti. Mereka yang berada pada kategori ini lebih banyak diam dan menerima ketika ditanya dan berusaha seolah-olah tidak apa-apa. Ini adalah tipe seseorang yang enggan terlihat sedih, enggan dianggap beban orang lain dan tidak mau menyusahkan orang lain. Sebenarnya mereka butuh didengar tetapi enggan untuk mengungkapkan karena merasa hanya akan membuat beban orang lain. Apakah teman-teman berada pada ketegori ini? sebaiknya ungkapkan apa yang teman-teman rasakan dan teman-teman pendam, itu lebih baik jadinya, tetapi tetap dengan cara yang benar ketika mengungkapkannya.
"Beranilah berkata jujur tentang apa yang diinginkan oleh diri kita, sudah waktunya memikirkan diri sendiri!”
3. Kategori terakhir adalah kategori kejujuran yang sebenarnya yaitu ketika kita mampu memberikan apa yang dibutuhkan orang lain dan tidak menutupi kebutuhan diri sendiri. Inilah kejujuran yang seharusnya kita lakukan, kita perlihatkan, dan kita tanamkan pada diri kita. Kita tidak egois dan tidak pula terlalu memikirkan kepentingan orang lain terus, kita berusaha menyeimbangkan keduanya. Orang-orang pada tipe ini terlihat pada gaya bicaranya, dimana ia akan berusaha memuji terlebih dahulu terhadap sesuatu yang dianggapnya tidak sesuai dengan kehendak pribadi. Sebangai contoh adalah ketika ia merasa konsep yang dilontarkan kawannya keliru atau kurang tepat untuk masalah yang sedang dihadapi, maka ia akan bicara:
Saya senang mendengar konsep yang disampaikan, begitu indah didengar dan membuat kita semangat (Pujian, berusaha membuat orang lain nyaman). Namun, jika boleh berpendapat, konsep tersebut lebih tepat jika tidak diterapkan sekarang karena konsep tersebut akan berakibat pada timbulnya masalah lain. Dan, jika boleh usul, saya punya konsep yang menurut saya tepat, yaitu…. (Menyampaikan apa yang diinginkan oleh diri sendiri)”
Ini adalah kategori yang seharusnya dimiliki oleh kita, dimana kita berada pada keadaan yang membuat kita senang dan tetap memberikan kebutuhan kepada orang lain. Kita tidak egois sekaligus tidak banyak hal yang dipendam dari diri kita.
Orang-orang pada tipe ini berusaha menjaga keseimbangan antara diri sendiri dan orang lain. Mereka akan berusaha mencari cara terbaik agar kebutuhan pribadi maupun orang lain terpenuhi. Ia tahu kata yang tepat untuk
diutarakan dan tindakan apa yang seharusnya dilakukan. Kata “Saya” dan “Kamu” selalu digunakan dan berusaha menyebutkannya secara seimbang. Orang-orang ini adalah orang yang seharunya ada pada diri kita, kejujuran yang sebenarnya.
Jika teman-teman masih berada pada kategori pertama atau kedua, mari kita sama-sama berada pada kategori ketiga, dimana kita tetap memenuhi kebutuhan diri kita tanpa menutup mata pada kebutuhan orang lain. Teman-teman yang berada pada kategori pertama, coba belajar untuk memikirkan orang lain, mulailah berpikir dengan kata “JIKA”. Jika saya jadi dia dan diperlakukan sama seperti yang saya lakukan kepadanya sekarang, apa perasaan saya ketika jadi dia. Untuk teman-teman yang berada pada kategoti kedua, coba untuk lihat kebutuhan diri-sendiri, lihat apa yang sebenarnya dibutuhkan dan coba ungkapkan. Coba belajar untuk menyusun kata yang tepat dan dengan cara yang santun ketika berbicara mengungkapkan kepada orang lain. Jangan berpikir hal yang akan terjadi ketika berbicara tentang diri sendiri, lakukan saja dan baru lihat apa hasilnya.
"Kejujuran itu adalah ketika kita mampu memenuhi kebutuhan orang lain tanpa menutupi kebutuhan diri sendiri”